<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Global Orator &#38; Deal Maker</title>
	<atom:link href="http://cicinyulianti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cicinyulianti.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Oct 2011 13:07:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cicinyulianti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d4ba26ec5113baeada90e6a99d3a5813?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Global Orator &#38; Deal Maker</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cicinyulianti.wordpress.com/osd.xml" title="Global Orator &#38; Deal Maker" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cicinyulianti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Harapan Ramadhan Untuk Negeri</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/harapan-ramadhan-untuk-negeri/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/harapan-ramadhan-untuk-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 14:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart Talks]]></category>
		<category><![CDATA[Youth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan menghampiri. Akankah sama seperti tahun-tahun sebelumnya? Kita mengisi berbagai rutinitas di Bulan Ramadhan sebagaimana Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Sebagaimana rutinitas persolan negeri yang belum juga mampu kita atasi hingga detik ini. Persoalan yang konon katanya dilakukan oleh para penguasa negeri hingga jelata yang tak bernyali. Dari golongan tua hingga muda. Dari jajaran top level hingga grassroot. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=376&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ramadhan menghampiri. Akankah sama seperti tahun-tahun sebelumnya? Kita mengisi berbagai rutinitas di Bulan Ramadhan sebagaimana Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Sebagaimana rutinitas persolan negeri yang belum juga mampu kita atasi hingga detik ini. <span id="more-376"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan yang konon katanya dilakukan oleh para penguasa negeri hingga jelata yang tak bernyali. Dari golongan tua hingga muda. Dari jajaran <em>top level</em> hingga <em>grassroot.</em> Mulai dari bidang politik pemerintahan hingga eksosbudhankam, seperti: krisis kepemimpinan, korupsi, kemiskinan, persoalan gelandangan dan anak terlantar jalanan, tawuran, persoalan pergaulan yang semakin bebas pada generasi muda dan akibat yang ditimbulkannya (seperti <em>freesex </em>dan aborsi), hingga persoalan rutinitas kenaikan harga pangan menjelang hari besar seperti Ramadhan atau Lebaran nanti. Itu semua merupakan setitik persoalan dari ribuan persoalan yang kehadirannya tetap mewarnai hari-hari kita di Ramadhan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga ingatan akan persoalan negeri tersebut menjadi spirit bagi kita untuk mengisi hari-hari di Buan Ramadhan ini dengan kesempurnaan ikhtiar dan doa. Yakni semakin bersungguh-sungguh dalam tugas dan amanah disertai dengan ketulusan doa. Khususnya bagi mereka yang katanya berkomitmen menjadi pengayom negeri, untuk para penguasa disana. Semoga Ramadhan tidak sekedar memberikan jalan bagi mereka untuk membangun citra diri dan golongan. Atau sekedar membagi nasihat tentang ‘kesabaran’ atas berbagai persoalan tadi. Karena ditangan merekalah tanggung jawab kekuasaan diberikan, di pundak merekalah harapan rakyat disandarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah Ramadhan kita sama seperti tahun-tahun sebelumnya? Semoga tidak. Bukankah hanya keledai saja yang akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya?. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi jalan perbaikan bagi para penguasa negeri untuk melakukan introspeksi dan bersegera meraih ridho-Nya. Bukan saja untuk setiap pribadi dirinya, tetapi juga pada apa yang menjadi keputusan, kebijakan, dan aturan yang ditetapkannya atas kehidupan masyarakat yang terasa sangat mendzolimi saat ini.</p>
<p>***</p>
<p>Dimuat dalam harian <em>Republika</em> (10/08/2011)</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Dan kini, Ramadhan akan segera pergi, bagaimanakah nasib bangsa dan negeri saat ini?&#8221;</em></strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=376&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/harapan-ramadhan-untuk-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah Jaminan Kesejahteraan Bagi Kaum Papa?</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/adakah-jaminan-kesejahteraan-bagi-kaum-papa/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/adakah-jaminan-kesejahteraan-bagi-kaum-papa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 13:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 14 perusahaan migas asing tak bayar pajak, demikianlah salah satu berita utama pada salah satu kolom media cetak (15/07/2011). Untuk hal tersebut, negara dirugikan lebih dari Rp 1,6 triliun. Pada waktu yang sama, masyarakat di gegerkan oleh keputusan pemerintah berkaitan dengan program asuransi sosial yang tertuang dalam UU No 40 Tahun 2004. Konon katanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=373&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 14 perusahaan migas asing tak bayar pajak, demikianlah salah satu berita utama pada salah satu kolom media cetak (15/07/2011). Untuk hal tersebut, negara dirugikan lebih dari Rp 1,6 triliun. Pada waktu yang sama, masyarakat di gegerkan oleh keputusan pemerintah berkaitan dengan program asuransi sosial yang tertuang dalam UU No 40 Tahun 2004.<span id="more-373"></span></p>
<p>Konon katanya UU tersebut menjadi instrumen bagi keberadaan jaminan sosial rakyat Indonesia. Jaminan sosial yang harusnya diberikan oleh negara secara cuma-cuma karena itu menjadi kewajibannya, berikutnya akan diserahkan kepada masyarakat dalam bentuk beban biaya, agar bisa mendapatkan hak sejahteranya.</p>
<p>Haruskah demikian adanya? Dua sisi kondisi yang menyayat hati dan rasa. Selama bertahun-tahun para konglomerat menikmati harta yang sebenarnya menjadi hak rakyat tanpa dijerat. Dan terus akan mendapatkan perlindungan negara, bila saja KPK tak lancang membuka kedoknya. Sementara kaum papa, dipaksa oleh negara untuk melindungi dirinya sendiri. Mereka bisa mendapatkan jaminan negara, bila mau membayar premi asuransi. Sebagai <em>cost</em> atas jaminan kesejahteraannya.</p>
<p>Wahai penguasa dan para wakil rakyat disana. Kembalikan dulu hak rakyat atas kepemilikan harta yang katanya akan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran mereka (sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33). Jujurlah dalam melaksanakan amanah konstituen yang katanya kalian junjung sebagai landasan negeri. Tak etis rasanya, bila negara harus diajari bagaimana cara untuk membahagiakan kami, rakyat biasa. Adakah penjelasan pemerintah untuk hal ini!?</p>
<p>***</p>
<p>Dimuat dalam <em>Pikiran Rakyat</em> (20/07/2011), diperkuat oleh<em> Kompas</em> (23/08/2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=373&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/08/27/adakah-jaminan-kesejahteraan-bagi-kaum-papa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajak Pendapat Terbuka [Khusus Perempuan]</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/05/25/jajak-pendapat-terbuka-khusus-perempuan/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/05/25/jajak-pendapat-terbuka-khusus-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 00:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Q & A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum, sister fillah rahimakumullah (ibu2/mba2/teteh2/adik2), teman2 semua.. bila berkenan minta pendapatnya ya.. ini tentang &#8216;Realitas para Perempuan Terpelajar&#8217; saat ini. Mohon dijawab dengan pilihan (a) Ya Setuju &#38; (b) Tidak Setuju, saja: * a. Setuju. * b. Tidak setuju, karena&#8230;. (alasan) Setujukah sister atau teman2&#8230; bila saya mengambil simpulan analisis realitas, bahwa kehidupan para perempuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=367&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum, sister <em>fillah rahimakumullah </em>(ibu2/mba2/teteh2/adik2), teman2 semua.. bila berkenan minta pendapatnya ya..</p>
<p>ini tentang &#8216;Realitas para Perempuan Terpelajar&#8217; saat ini. Mohon dijawab dengan pilihan (a) Ya Setuju &amp; (b) Tidak Setuju, saja: * a. Setuju. * b. Tidak setuju, karena&#8230;. (alasan)</p>
<blockquote><p>Setujukah sister atau teman2&#8230; bila saya mengambil simpulan analisis realitas, <em><strong>bahwa kehidupan para perempuan terpelajar (dalam hal ini mereka yang pernah atau sedang berkesempatan mengenyam bangku pendidikan tinggi), pada dasarnya tengah mengalami dilema yang besar dalam kehidupannya</strong> (bukan saja hanya terjadi pada mereka yang sudah berkeluarga, tetapi juga terjadi pada mereka yang belum berkeluarga)?<span id="more-367"></span></em></p>
<p>Yakni :</p>
<p>1. dilema antara tuntutan kesejahteraan hidup yang ingin dimilikinya, dengan peran kodratinya sebagai perempuan[1]; dan atau</p>
<p>2. dilema profesionalitasnya dengan dedikasi keilmuan yang dimilikinya[2]. (kasus para ilmuan/dosen/guru/peneliti)</p></blockquote>
<p>Contoh Untuk Dilema (1), misalnya klo sudah menikah:</p>
<ul>
<li>Satu sisi ia harus bekerja totalitas (banting tulang) membantu suami mencari nafkah, disisi yang lain ia juga ingin totalitas menjadi <em>ummun wa rabbah al-bait</em> (menjadi pendidik generasi dan manajer dalam rumah tangganya).</li>
<li>Atau bisa juga, satu sisi ia ingin tetap mengaktualisasikan dirinya dengan berkarir; tetepi disisi lain ia harus menjadi ummun <em>wa rabbah al-bait</em> (ibu dan manajer dalam rumah tangga). &#8212; dimana peran2 tersebut menuntut adanya korbanan waktu dan pikiran yang juga sama2 serius.</li>
</ul>
<p>Contoh Untuk dilema (2), misalnya klo Sudah Menikah:</p>
<ul>
<li>Satu sisi dengan perannya sebagai ilmuan/dosen/guru/peneliti, intelektual muslimah dituntut untuk memenuhi berbagai standar2 kerja keilmuannya secara totalitas, agar bisa dikatakan profesional / memenuhi sertifikasi diri dan instansi yang diembannya dengan predikat yang baik / memuaskan (berdaya saing).<em> Contoh tuntutan stadar itu misalnya harus studi ke luar negeri dengan jenis beasiswa perorangan (tanpa adanya pemberian tambahan fasilitas untuk bisa membawa keluarga turut bersama). Sehingga mengharuskan seorang muslimah tersebut berpisah dengan suami/anaknya dalam jangka waktu cukup lama.</em></li>
<li>Sementara disisi yang lain, ia juga memiliki peran (kewajiban) sebagai istri atau ibu bagi anak-anaknya yang juga yang harus dipenuhi secara totalitas.</li>
</ul>
<p>Contoh dilema bagi yang belum menikah:</p>
<ul>
<li>klo yang belum menikah (dan sebenernya telah memiliki kemampuan untuk menikah): dengan adanya standar kemajuan / kesuksesan / profesionalitas saat ini yang dilihat hanya dari performance materi / prestise; dilema yang terjadi adalah biasanya para muslimah intelektual itu lebih serius memproses diri (untuk aktualisasi dirinya) terlebih dahulu dalam karir, dengan mengumpulkan pundi2 prestasinya agar bisa menjadi wanita yang profesional (baik dalam arti profesional atas dedikasi keilmuannya, maupun profesional seperti wanita karir pada umumnya), dibandingkan dengan keseriusan keinginan dan persiapannya untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga (<em>ummun wa rabbah al-bait</em>).</li>
<li><em>(menikah belakangan, yang lebih utama adalah karir / mengejar profesionalitas dulu. Karena dengan berkarir / mengejar profesional lah saya bisa bebas mengaktualisasikan diri saya, serta bisa memberikan jaminan kesejahteraan kehidupan saya; dibandingkan bila saya memilih menikah dulu).</em></li>
</ul>
<blockquote><p><strong>Apakah sister atau teman2 (perempuan terpelajar) merasakan dilema yang sama?</strong></p>
<ul>
<li>[a.] Ya saya setuju bahwa perempuan terpelajar saat ini tengah mengalami dilema.</li>
<li>[b.] Tidak setuju, karena&#8230;..</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Terima kasih atas luangan waktu dan pendapatnya, semoga Allah memberikan limpahan kebaikan&#8230; Hatur Nuhun,  <em>Jazakumullah khairan katsiiran.</em></p>
<p>____________________________</p>
<p>[1]. Allah SWT menciptakan perempuan dengan kodrat keperempuanannya. Ia diberikan karunia sifat kelembutan dan kasih sayang agar bisa melaksanakan tugas utamanya. Islam telah memuliakan perempuan dengan memberi tugas utama sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Karena wanita (ibu) adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, sosok yang sangat dekat, yang pertama kali berinteraksi dengan anak bahkan mungkin paling sering berinteraksi hingga akhir hayatnya. Ia adalah pilar penting dalam membangun kokohnya keluarga-keluarga muslim; yang mampu menghasilkan generasi berkualitas di masa depan, generasi berkepribadian Islam dan berjiwa pemimpin.</p>
<p>Allah SWT tidak memberikan peran strategis tersebut kepada laki-laki. Karenanya, secara penciptaan pun laki-laki tidak diberi karunia untuk melahirkan, menyusui dan sifat kelemah lembutan. Allah SWT telah menempatkan laki-laki pada posisi yang membutuhkan tenaga atau fisik lebih kuat. Oleh karena itulah, laki-laki dibebani tanggung jawab mencari nafkah bagi keluarganya.</p>
<p>Dengan demikian, tanggungjawab kesejahteraan bukan berada di pundak perempuan. Tapi berada pada pundak laki-laki dan negara. Islam tidak mewajibkan perempuan untuk bekerja, tetapi Islam mewajibkan pemberian nafkah kepada mereka. Sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="text-align:right;">وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِوَعَلَى الْوَارِثِ</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8230; Dan ayah memberikan makan dan pakaian kepada ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya. Dan warispun berkewajiban demikian…</em> (QS. Al-Baqarah [2]: 233).</p>
<p>Inilah konsep umum pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dalam Islam. Keduanya diberikan peran dan tanggungjawab secara adil agar bisa hidup berdampingan secara harmonis.</p>
<p>[2]. Disisi lain, Islam pun mendorong seluruh perempuan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Dimana tidak ada perbedaan sedikitpun dalam hal kewajiban menuntut ilmu antara laki-laki maupun perempuan. Allah Swt berfirman yang artinya : <em>“Allah mengangkat orang ­orang yang beriman dari pada kamu dan orang­orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat”</em> (QS. Al-Mujadalah : 11).</p>
<p>Di dalam Islam posisi ilmu pengetahuan itu sangatlah mulia. Islam memuliakan ilmu pengetahuan sebagai saudara kembarnya iman, bukan dengan memberinya “bandroll” harga seperti Kapitalisme, yang segala sesuatunya hanya diukur dengan materi atau kepuasan fisik.</p>
<blockquote><p><em>“Penghuni Syurga ada tiga golongan. Pertama, penguasa yang adil, suka bersedekah, dan sesuai (dengan syariat Islam). Kedua, orang yang penyayang, hatinya mudah terenyuh untuk membantu kerabat, serta berserah diri (terhadap Allah). Ketiga, orang yang menjaga diri dari minta-minta dan berusaha untuk menjaga keluarganya. (HR.Muslim)</em></p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam.</em></p></blockquote>
<p>Salam Ukhuwah, Salam berkilau selalu bersama Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=367&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/05/25/jajak-pendapat-terbuka-khusus-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>French Government Subjugates Muslim Women to Protect Secular Liberal Values</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/17/french-government-subjugates-muslim-women-to-protect-secular-liberal-values/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/17/french-government-subjugates-muslim-women-to-protect-secular-liberal-values/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 09:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[World&#039;s News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[On Monday April 11th 2011, the French ban of the face veil in all public places came into force, criminalising Muslim women for simply dressing modestly. Any Muslim woman found wearing the face veil in public can now be forced to uncover and will either face a fine of 150 Euros or be required to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=359&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On Monday April 11th 2011, the French ban of the face veil in all public places came into force, criminalising Muslim women for simply dressing modestly. Any Muslim woman found wearing the face veil in public can now be forced to uncover and will either face a fine of 150 Euros or be required to take French citizenship classes, while any man found guilty of having pressured their female family members into adopting the niqab could face a fine of 30,000 Euros or a year in prison.</p>
<p><span id="more-359"></span></p>
<p>By forcing Muslim women to unveil, the French government has simply exposed the deficiencies, weaknesses and flaws of Western secular liberalism. The denial of medical treatment, access to education, limitation of freedom of movement, refusing child benefit payments, and consequently rendering to second class status women who hold an alternative view to secular philosophy, reflects the religious apartheid and fascist nature of French secular fundamentalism or ‘laicité&#8217;. It has shown itself to be an intolerant ideology where women are secluded from society simply for expressing modesty, where all talk of human rights is clearly a fallacy, and where liberté, egalité, and fraternité extends only those who tow the secular line.</p>
<p>Women forced to attend lessons on the values of French citizenship should presumably be taught about an ideology that teaches contempt for religion; that the French view of the woman&#8217;s dignity is to criminalise her for her religious dress; and that freedom extends to the right to exploit women through pornography and prostitution but not to the right for a woman to follow her religious convictions free from harassment. Supporters of niqab bans argue that the veil cuts women off from public life &#8211; the irony is that it is insults, prejudice, and bans against the dress that have achieved just that &#8211; imprisoned women to their homes.</p>
<p>The justifications for the ban are ludicrous. They criminalise the Muslim woman in order to set her free; strip her of her rights in order to secure her choice; stigmatize her in order to protect her; and subjugate her in order to liberate her! The irony seems to have been lost by the French parliament, composed primarily of men, that dictation to Muslim women how they should NOT dress and ordering them how to think through threats of fines is the height of male patriarchy &#8211; where&#8217;s the empowerment in this? Muslim women need no lessons in ‘female dignity&#8217; from secular states that celebrate topless beaches and secure liberty to express promiscuity while outlawing modes of modesty. Nor do they need lectures on women&#8217;s subjugation by representatives of a system that gives freedom to the objectification of women on fashion catwalks, and though pornography and prostitution but labels as outdated the belief of a woman&#8217;s honour as being sacrosanct.</p>
<p>If the French government wanted to be a torch-bearer for women&#8217;s dignity, then why not appoint commissions investigating the degrading impact that prostitution, lap-dancing clubs, and the pornography industry have on the ‘dignity&#8217; of all women within the society &#8211; all of which run freely in France and other capitalist liberal states under the premise of freedom of expression and driven by the pursuit of profit. Surely, for those who have a sincere concern for women&#8217;s rights, raising for debate these forms of degrading, dehumanizing, and devaluing women should be more pressing than a handful of Muslim women covering their faces out of religious devotion and modesty.</p>
<p>This racist, divisive piece of legislation will do nothing but throw fuel to the fire of racial tensions between communities. French politicians have been playing politics with their communities, competing in racist anti-Islamic rhetoric and policies to curry favour amongst their rising population of far-right voters, regardless of its detriment on society. It demonstrates that secular politics has no qualms in stigmatising, and whipping up frenzy and hysteria about its religious minorities or playing on irrational fears regarding Islam and Muslims in order to bag a few extra votes. The cut-throat opportunistic nature of secular politics is clear for all to see, where instigating prejudice against a community is an acceptable electioneering tool to win a few racist votes and where politicians seem more than willing to use the Muslim woman as political fodder to feed their public rankings. The alienation of Muslims and a divided society appears to be acceptable collateral damage to secure political mileage.</p>
<p>This ‘veil debate&#8217; has exposed the failure of secular states to create harmonious cohesive societies where all feel equally respected. Discriminatory government policies and cheap secular politics that unscrupulously exploits xenophobia for political ambition, has fanned the flames of racism and fascism, stoking tensions between communities. It has provided ammunition for far-right groups with anti-immigrant agendas increasing racially motivated abuse. Bigoted vitriol was given a platform, entertained, and tolerated under the umbrella of strengthening national identity. It is all this that fuels prejudice and divides communities &#8211; not women&#8217;s clothing. Secularism&#8217;s aversion to religious pluralism has nurtured an environment where racial hatred has thrived.</p>
<p>Niqab bans enforced in France and Belgium and also under debate within other Western secular states such as Spain, Canada, Australia, Denmark, Sweden and the Netherlands have exposed the failure of secular liberalism to accommodate the rights of its religious minorities. Laws have been formed that target the minority based upon the prejudice of the majority. While secularism espouses freedom and claims to liberate Muslim women from lives of oppression, in reality it has treated them in true authoritarian fashion, legalizing religious intolerance and forcing them to relinquish their religious convictions in exchange for access to basic human rights. No longer can it be acceptable for advocates of the ideology to lay claim to its universality and neutrality in securing rights for all. So, although debate in the West has focused on Islamic dress and whether it is appropriate for Western secular societies, the real debate to be had is whether secularism that is failing on so many fronts is appropriate to be idealized as the best system by which to organize society.</p>
<p>These niqab bans are simply desperate actions taken by desperate governments to try to stem the rise of Muslim women rejecting Western liberalism and adopting Islam as their spiritual, social, and political path in life. It is an attempt at forced secular conversion &#8211; forcing Muslim women to leave their Islamic values in exchange for Western ones. The idea of increasing numbers of women who having lived the Western dream, tasted the fruits of Western liberalism being unconvinced by its ideals, and now turning to Islam appears to be too hard a concept for die-hard secularist politicians to stomach. As Andre Gerin, the chair of the the French niqab commission said, <em>&#8220;..the burqa is the tip of the iceberg&#8230;..Islamism really threatens us&#8221;. </em>Ultimately, the outlawing of religious dress codes by Western governments symbolizes a failure to convince Muslim women intellectually of the superiority of secular liberal values. It speaks volumes about the intellectual fragility of any ideology that needs to use bully-boy fear tactics rather than strength of argument to persuade individuals to embrace its values.</p>
<p>So while many French and Western politicians have labelled the hijab and niqab as ‘symbols of oppression&#8217;, these veil bans are also a symbol. They are a ‘symbol of a weak ideology&#8217; that needs to resort to force of law rather than force of argument to convince and a ‘symbol of the flawed and failing ideology of secularism&#8217;, whose staunch advocates would rather play politics with women&#8217;s clothes than engage in serious debate about the true causes of women&#8217;s oppression &#8211; including the detrimental impact of liberal culture on women&#8217;s lives and women&#8217;s respect.</p>
<p>In this increasingly intense climate of fear being generated around Muslim communities in the West, aimed at coercing them into leaving their Islamic values in exchange for Western ones, it is vital that as Muslim women we continue to hold firmly onto our Islamic beliefs. We should remember the promise from our Creator سبحانه وتعالى of the rewards awaiting those who are patient and steadfast in their deen during times of adversity and difficulty. Allah سبحانه وتعالى says,</p>
<p style="text-align:center;">إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ</p>
<p style="text-align:center;">أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Verily, those who say, ‘Our Rabb(Lord) is (only) Allah and thereafter stand firm and straight (on the Islamic belief) on them shall be no fear nor shall they grieve. Such shall be the dwellers of Jannah(paradise), abiding therein (forever), a reward for what they used to do.&#8221;</strong></em> [Al-Ahqaf: 13-14]</p>
<p>Dr. Nazreen Nawaz<br />
Women&#8217;s Media Representative, Hizb ut-Tahrir Britain</p>
<p>Source : http://www.khilafah.com/index.php/the-khilafah/social-system/11635-french-government-subjugates-muslim-women-to-protect-secular-liberal-values</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/359/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=359&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/17/french-government-subjugates-muslim-women-to-protect-secular-liberal-values/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Reka Sistem&#8217; dalam Perubahan Sosial dan Dinamika Gerakan Mahasiswa</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/08/reka-sistem/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/08/reka-sistem/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 13:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mengintip beberapa tulisan dari sebuah blog (insyaAllah sudah dengan izin pemiliknya), saya tertarik dengan tulisan yang berjudul, &#8216;Perubahan Sosial dan Dinamika Gerakan Mahasiswa&#8217;. Bagi saya, tak ada yang tak menarik dari cerita kehidupan para pemuda (termasuk di dalamnya mahasiswa). Dan tulisan ini hanyalah tanggapan kecil saja. Dari apa yang saya pikirkan ketika membacanya. [‘Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=345&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mengintip beberapa tulisan dari sebuah blog (insyaAllah sudah dengan izin pemiliknya), saya tertarik dengan tulisan yang berjudul, &#8216;Perubahan Sosial dan Dinamika Gerakan Mahasiswa&#8217;. Bagi saya, tak ada yang tak menarik dari cerita kehidupan para pemuda (termasuk di dalamnya mahasiswa). Dan tulisan ini hanyalah tanggapan kecil saja. Dari apa yang saya pikirkan ketika membacanya.<span id="more-345"></span></p>
<p>[<em>‘Dalam diskursus tentang gerakan mahasiswa, terutama saat ini memang mengalami fragmentasi kedalam beberapa varian gerakan yang memiliki kekhasannya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh anutan nilai dan paradigma yang dikembangkan oleh sebuah gerakan. Tetapi ada bahwa walaupun memiliki keberagaman paradigma tetapi gerakan-gerakan kemahasiswaan memiliki suatu visi yang sama yaitu bagaimana merubah atau melakukan perubahan sosial.</em></p>
<p><em> </em> <em>Misalnya, antara Gerakan Mahasiswa Islam (HMI, IMM, PMII, dan KAMMI) mereka memiliki nilai dasar perjuangan yang berbeda. Apa lagi gerakan mahasiswa yang bercorak nasionalis atau bahkan gerakan mahasiswa yang mengidentifikasi diri sebagai gerakan pro demokrasi. Ini misalnya dapat di wakilkan kepada LMND, Famred, dan Forkot. Begitu juga dengan gerakan intra kampus semacam BEM, dan lembaga-lembaga internal lainnya. Diantara sekian banyak gerakan mahasiswa itu mereka memiliki perbedaan yang sangat tajam baik akar arkeologi dan konteks kelahiran serta cita ideal yang mereka ingin perjuangkan.</em></p>
<p><em>Pada konteks perubahan sosial ini pula gerakan mahasiswa akan mengalami ujian eksistensial, apakah dia mampu eksis untuk menggapai cita idelnya atau malah pergi dan meninggalkan realitas sosial dengan “melacurkan diri” kedalam kubangan pragmatisme yang menggiurkan. </em></p>
<p><em>Dalam pengamatan subyektifitas penulis bahwa konteks sejarah, momentum dan tokoh menjadi sesuatu yang niscaya dalam memassifkan gerakan mahasiswa. Sejarah dan momentum sosial inilah yang banyak membedakan antara gerakan mahasiswa dari periode-keperiode. Sedangkan tokoh adalah menyangkut manusia yang akan menjadi panutan dan katalisator sebuah gerakan mahasiswa. Disini juga gerakan mahasiswa mengalami kegagalan kaderisasi. Hampir-hampir kita tidak lagi menjumpai tokoh-tokoh mahasiswa yang mampu menempatkan diri sebagai poros dan payung bagi gerakan yang lebih luas. Yang terjadi adalah egoisme fakultas – kalau ia intern – sedangkan kalau dia eksra adalah egoisme organisasi atau lembaga masing-masing.</em></p>
<p><em> Dalam menuju kearah perubahan sosial ini kurang tepat.</em> <em>Karena itu bagi saya gerakan mahasiswa harus mencari formulasi baru dalam dinamika gerakannya.’</em>] (Masmulyadi, 2010)</p>
<p>Saya berpendapat, dinamika pergerakan mahasiswa saat ini, berada pada menara gadingnya.</p>
<p>Pergerseran paradigma iman, ilmu dan amal, direka sistem saat ini (sedemikian rupa) dalam rangka pengebirian perannya sebagai aktor utama perubahan. Alhasil, mereka yang aktif bergerak pun, hanya tampak sebagai pseudoaktivis. Pergerakannya tetap dalam rupa ‘reka’ sistem. Agar dalam &#8216;panggung&#8217; perpolitikan negara, presensi gerakan mahasiswa tetap dianggap nyata&#8230; &#8211; <em>just in lips</em>, servis mata.</p>
<p>Sejauh mata memandang&#8230; mereka aktif, mereka berteriak, mereka lantang dengan retorika menakjubkan. Mereka bicara tentang nurani dan masa depan. Umat pun menjadi terkesima.</p>
<p>Namun, di waktu yang lain, pada runut waktu berikutnya teriakan itu berubah menjadi rayuan ‘pamrih’ perjuangan. Mereka meminta imbalan atas jerih yang mereka gelorakan. Mereka pahat <em>Curriculum Vitae </em>(CV) diri dengan rentetan pengalaman ‘jerih’nya dulu, ketika menjadi ‘aktivis’ saat kuliah. <em>Idealisme itu dulu ‘waktu kuliah’, bung!</em>. Dan umat pun dilupakan dari pikiran mereka. Dibiarkannya dalam angan kosong. Umat terkhianati!.</p>
<p>Inilah yang saya sebut sebagai ‘reka’ dari yang empunya sistem dalam menelikung arus pergerakan mahasiswa dan mindset para aktivisnya. Pun dalam hal kaderisasi. Kaderisasi terjadi karena &#8216;pamrih&#8217;nya pada kehidupan yang mapan dari iming-iming si empunya sistem. Sebagaimana para pendahulu mengajari mereka akan hal serupa.</p>
<p>Saya setuju, bahwa gerakan mahasiswa kini harus mampu mencari formulasi baru dalam dinamika gerakannya. Buat saya, yang pasti mareka harus siap &#8216;keluar&#8217; dari ‘reka’ si empunya sistem saat ini. Dengan paradigma dasar, kesadaran akan fitrah ke’naluriahan’nya_sebagai mahluk (hamba Allah) yang berintelegensi (bukan mesin mekanis yang hanya bisa nrimo).</p>
<p>Yakni, dengan :</p>
<ul>
<li><em>Memahami iman sebagai motornya dalam berpikir dan bergerak..</em></li>
<li><em>Memandang ilmu sebagai kendaraannya dalam berkarya..</em></li>
<li><em>dan memahami amal-amalnya sebagai goresan ikhtiar &#8216;asa&#8217;nya dalam mewujudkan kehidupan yang mulia. Bersama-sama umat&#8230; bukan semata untuk dirinya atau golongannya.</em></li>
</ul>
<p>#Refleksinya pada kondisi ini, saya jadi teringat pada sebuah teladan perjuangan salah seorang imam besar dalam Islam. Cerita Putra Imam Ahmad bin Hambal, Abdullah, yang ketika suatu hari  bertanya kepada beliau tentang makna kehidupan dan perjuangan: <em>&#8220;Abi, kapankah kita bersantai ?&#8221;</em> Imam Ahmad bin Hambal, Ayahnya menatap mata anaknya dan berkata: <em>&#8220;…bersamaan  dengan langkah pertama kita di surga, nak&#8230;”</em>.  Subhnalallah&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله ولو يرى الذين ظلموا إذ يرون العذاب أن القوة لله جميعا وأن الله شديد العذاب</p>
<p style="text-align:center;">(Al-Baqarah[2]: 165)</p>
<p style="text-align:right;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><em>Wallahu&#8217;alam&#8230;</em></p>
<p>Catatan kecil:</p>
<p>[Terima kasih kepada Pak Masmulyadi yang telah memberikan inspirasi bagi saya untuk menuang kata...]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=345&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/04/08/reka-sistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>75% Muslim Inggris Adalah Wanita Muda Berpendidikan</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/14/75-muslim-inggris-adalah-wanita-muda-berpendidikan/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/14/75-muslim-inggris-adalah-wanita-muda-berpendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 04:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun undang-undang Eropa berusaha untuk membatasi pemakaian jilbab, namun perempuan Muslim Inggris jumlahnya terus meningkat, terutama di kalangan wanita muda yang menunjukkan keteguhan mereka yang lebih besar dalam memakai jilbab. Ini adalah kesimpulan dari penelitian yang dipublikasikan dalam surat kabar Inggris &#8220;Since the Time&#8221;. Bahkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa tiga seperempat dari jumlah kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=342&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun undang-undang Eropa berusaha untuk membatasi pemakaian jilbab, namun perempuan Muslim Inggris jumlahnya terus meningkat, terutama di kalangan wanita muda yang menunjukkan keteguhan mereka yang lebih besar dalam memakai jilbab.
</ul>
<p><span id="more-342"></span></p>
<p>Ini adalah kesimpulan dari penelitian yang dipublikasikan dalam surat kabar Inggris &#8220;Since the Time&#8221;. Bahkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa tiga seperempat dari jumlah kaum Muslim yang baru di Inggris adalah para wanita muda, khususnya kaum perempuan.</p>
<p>Penelitian ini mencatat bahwa fenomena semakin banyaknya kaum muda yang memeluk Islam itu terjadi setelah peristiwa 11 September 2001, di mana setelah peristiwa itu jumlah kaum Muslim yang baru meningkat dari 30.000 menjadi 50.000 Muslim.</p>
<p>Juga sebuah laporan dari Masjid Pusat London di kawasan Regent&#8217;s Park mengungkapkan bahwa tiga seperempat dari mereka yang menampakkan keislaman mereka di antara warga Inggris, usianya di bawah tiga puluh tahun, dan kebanyakan mereka adalah wanita lulusan perguruan tinggi.</p>
<p>Dan dalam sebuah jajak pendapat tentang alasan banyaknya kaum perempuan di Inggris yang memeluk Islam, maka hasilnya adalah bahwa mereka merasakan terhormat di dalam Islam, dan mereka juga mendapatkan bahwa kaum perempuan dalam agama ini begitu dihargai dan dihormati</p>
<p>Sumber : mediaumat.com</p>
<p>Data tersebut diperkuat pula oleh (ANTARA) London &#8211; yang menyatakan bahwa lebih dari 100.000 wanita Inggris kulit putih yang berusia rata-rata 27 tahun memilih menjadi Muslim, angka tersebut dua kali lipat dalam 10 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun karena mereka muak dengan konsumerisme dan imoralitas.</p>
<p>Koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu ini yang ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadi gelombang pada wanita kulit putih muda mengadopsi agama Islam, tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair.</p>
<p>Tahun lalu Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony Blair, menarik perhatian luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.</p>
<p>Pengamat masalah Islam di Inggris, Hakimul Ikhwan, S.Sos., MA kepada koresponden Antara London, Senin menyebutkan fenomena bertambahnya jumlah Muslim di Inggris, terutama White British ke Islam tidak bisa dilepaskan dari tingginya intensitas dan masifnya publikasi mengenai Islam.</p>
<p>Maha Suci Allah yang tak akan pernah ingkar akan janji-Nya&#8230; InsyaAllah. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=342&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/14/75-muslim-inggris-adalah-wanita-muda-berpendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Akan Mendominasi Dunia, 200 Ribu Orang Amerika Masuk Islam Setiap Tahunnya</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/12/islam-akan-mendominasi-dunia-200-ribu-orang-amerika-masuk-islam-setiap-tahunnya/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/12/islam-akan-mendominasi-dunia-200-ribu-orang-amerika-masuk-islam-setiap-tahunnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 04:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Islam lambat laun akan segera mendominasi dunia. Rasulullah Saw sejak awal kedatangan Islam telah mengabarkan hal tersebut. Baru-baru ini beberapa media di Amerika Serikat mengabarkan meningkatnya orang Amerika yang memeluk Islam. Sebelumnya beberapa media juga telah mengabarkan orang Barat di Eropa yang masuk Islam meningkat. Surat kabar Amerika “An-Niqab” mengungkapkan bahwa Islam menyebar dengan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=338&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam lambat laun akan segera mendominasi dunia. Rasulullah Saw sejak  awal kedatangan Islam telah mengabarkan hal tersebut. Baru-baru ini  beberapa media di Amerika Serikat mengabarkan meningkatnya orang Amerika  yang memeluk Islam. Sebelumnya beberapa media juga telah mengabarkan  orang Barat di Eropa yang masuk Islam meningkat.    Surat kabar Amerika “An-Niqab” mengungkapkan bahwa Islam menyebar  dengan sangat cepat di antara berbagai status sosial dan kelompok etnis  masyarakat Amerika, khususnya Puerto Ricans, Dominika, Meksiko, Kuba,  dan Spanyol, dimana sekitar 35% dari mereka adalah pelopor Islamic  Center Hudson Utara di negara bagian New Jersey.<br /><span id="more-338"></span><br />Sementara surat  kabar Amerika “New York Times” menyebutkan: “Sebagian besar dari mereka  yang masuk Islam di Amerika Serikat adalah dari komunitas Hispanik  (keturunan Spanyol).</p>
<p>Bahkan dari hasil beberapa penelitian  diperkirakan bahwa ada sekitar 200 ribu orang Hispanik yang masuk Islam  di Amerika setiap tahunnya. Dan di antara mereka ini adalah Musa Franco,  keturunan Kolombia yang masuk Islam ketika berusia 13 tahun.”</p>
<p>Surat  kabar itu menambahkan: “Ada juga Miriam Celeste yang setelah masuk  Islam pada tahun 2002, ia segera mulai berusaha untuk merancang pakaian  dengan mengikuti trend modern, namun tetap dengan standar Islam.”</p>
<p>Surat  kabar itu juga mengatakan bahwa seorang Muslimah bernama Rodriguez,  yang setelah masuk Islam pada tahun 2009 memutuskan untuk memakai cadar  (niqab), dan menjadi seorang Muslimah yang taat.</p>
<p>Di Amerika  Serikat sekarang ini terdapat sekitar 2 juta kaum Muslim dari jumlah  total penduduk Amerika, yaitu 310 juta jiwa. Perkembangan Islam tersebut  akan terus tumbuh, seiring gencarnya dakwah Islam hingga suatu saat  Islam benar-benar meliputi seluruh bagian muka bumi ini di bawah naungan  Khilafah. Insya Allah, tidak akan lama lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=338&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/12/islam-akan-mendominasi-dunia-200-ribu-orang-amerika-masuk-islam-setiap-tahunnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristen dan Muslim di Mesir Membutuhkan Kembalinya Khilafah</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/09/kristen-dan-muslim-di-mesir-membutuhkan-kembalinya-khilafah/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/09/kristen-dan-muslim-di-mesir-membutuhkan-kembalinya-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 10:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang terkejut oleh ledakan bom di luar sebuah Gereja Kristen Koptik di Alexandria, Mesir pada hari Sabtu, 1 Januari 2011 yang menewaskan 21 orang. Ledakan yang terjadi itu merupakan kelanjutan setelah orang Kristen di Irak menghadapi permusuhan sejak pendudukan Irak yang dipimpin Amerika. Laporan serupa baru-baru ini juga tentang penganiayaan orang-orang Kristen di Tepi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=334&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang terkejut oleh ledakan bom di luar sebuah Gereja Kristen  Koptik di Alexandria, Mesir pada hari Sabtu, 1 Januari 2011 yang  menewaskan 21 orang. Ledakan yang terjadi itu merupakan kelanjutan  setelah orang Kristen di Irak menghadapi permusuhan sejak pendudukan  Irak yang dipimpin Amerika.    <span id="more-334"></span></p>
<p>Laporan serupa baru-baru ini juga tentang penganiayaan orang-orang  Kristen di Tepi Barat dan di Pakistan. Para komentator mengutuk  contoh-contoh serangan itu terhadap umat Kristen di negara-negara  mayoritas Muslim sebagai tanda-tanda ketegangan antara kaum Muslim dan  non-Muslim. Mereka menunjukkan contoh ‘ekstrimisme’ dan intoleransi atas  non-Muslim oleh Muslim.</p>
<p>Celaan seperti itu jarang jarang  diberikan terhadap sistem sekuler yang dikelola oleh rezim-rezim  otokratis &#8211; seperti rezim Hosni Mubarak, Mahmud Abbas, Asif Ali Zardari  atau Noori al Maliki (maupun para pendukung Barat mereka) &#8211; di mana atas  pengawasan merekalah keamanan baik Muslim dan non-Muslim telah memburuk  selama bertahun-tahun.</p>
<p>Faktanya adalah rezim-rezim itu  sangat  sedikit peduli tentang APAPUN yang terjadi atas warganya. Mereka telah  menghabiskan bertahun-tahun untuk mengamankan kepentingan mereka  sendiri, kepentingan para pendukung di antara kaum elit di negara-negara  Muslim dan perusahaan-perusahaan  multinasional Barat. Bahkan jika  harga-harga telah membumbung tinggi dan terjadi kekacauan diantara warga  negaranya -  baik Muslim, Kristen atau sebaliknya &#8211; mereka tetap tidak  peduli.</p>
<p>Berbeda dengan negara-negara sekuler, Islam memiliki  pendekatan yang sangat berbeda bagi warga non-Muslim. Warga Non-muslim  dari Negara Islam (Khilafah) disebut sebagai Ahlul dzimmah yang berarti  mereka menikmati hak penuh atas kewarganegaraan. Mereka adalah warga  negara yang hidup, dimana kehormatan, harta dan agama mereka semuanya  dilindungi di bawah hukum Syariah, seperti juga warga negara lainnya.  Mereka membayar pajak yang dinamakan jizyah tetapi mereka dibebaskan  dari kewajiban membayar zakat atau wajib militer.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW  bersabda: <em>“Barangsiapa yang menyakiti kafir dhimmi [warga non-Muslim] maka aku adalah lawannya di Hari Kiamat.”</p>
<p></em>Rasulullah SAW juga bersabda:<em> “Orang yang membunuh seorang Mu’ahid (orang yang memiliki perjanjian  dengan Negara Islam) tanpa hak maka ia tidak akan mencium wangi jannah  (surga) bahkan jika baunya adalah sejauh jarak perjalanan empat puluh  tahun.”</em> [Ahmad]</p>
<p>Sejarah merupakan bukti bahwa kaum muslimin melaksanakan perintah-perintah di bawah Khilafah selama lebih dari ratusan tahun.</p>
<p>Sir Thomas Arnold dalam bukunya ‘Dakwah Islam’ menyatakan:<em> “Kami  tidak pernah mendengar tentang segala upaya untuk memaksa pihak  non-Muslim untuk masuk Islam atau tentang segala penganiayaan yang  bertujuan memberangus orang Kristen. Lebih lanjut dia mengatakan. &#8220;Jika  khalifah telah memilih salah satu rencana, mereka tentu sudah membasmi  orang Kristen semudah apa yang terjadi dengan Islam selama masa  pemerintahan Ferdinand dan Isabella di Spanyol, dengan metode yang sama  yang diikuti Louis XIV untuk menjadikan mereka beragama Protestan dimana  para pengikutnya itu harus dihukum mati; atau semudah mengusir  orang-orang Yahudi dari Inggris selama tiga ratus lima puluh tahun.&#8221;</em></p>
<p>Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan mengizinkan kaum non-Muslim  untuk memiliki pengadilan sendiri dan hakim yang menyelesaikan sengketa  hukum keluarga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan pribadi  dan agama mereka.</p>
<p>Imam Qarafi (Ulama Islam terdahulu) menyimpulkan tanggung jawab Khalifah bagi kafir dhimmi ketika ia berkata: <em>&#8220;Ini  adalah tanggung jawab umat Islam bagi Ahli dzimmah untuk merawat mereka  yang lemah, memenuhi kebutuhan orang miskin, memberi makan yang lapar,  memberikan pakaian, menegur mereka dengan sopan, dan bahkan menoleransi  bahwa yang mereka buat jika mereka adalah tetangga, meskipun tangan kaum  Muslim berada di atas. Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dengan  tulus pada urusan mereka dan melindungi mereka terhadap siapapun yang  mencoba untuk menyakiti mereka atau keluarga mereka, mencuri kekayaan  mereka, atau melanggar hak-hak mereka.&#8221;</em></p>
<p>Rezim Mesir selama beberapa dekade memenjara ratusan ulama Islam dan  ribuan aktifis Islam hanya karena menentang rezim itu meskipun hal  seperti ini sedikit sekali yang dilaporkan di media Barat atau  dilaporkan dengan semangat seperti serangan pada hari ini  yang  tampaknya mentargetkan penduduk Kristen.</p>
<p>Apakah itu merupakan intoleransi sekuler dari sistem demokrasi di  Barat (harap dicatat pelarangan jilbab, niqab di Eropa, dan pelarangan  menara mesjid) atau rezim-rezim otokratis di Timur Tengah, agama dan  penduduk beragama sedang dianiaya pada saat ini. Sebaliknya, sistim  Islam dan Khilafah  menjamin hak dan perlindungan atas kaum minoritas,  dan agamanya, atau seperti yang ditunjukkan oleh teks-teks Islam dan  bukti-bukti sejarah Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>source: http://www.syabab.com/khilafah/warisan/1386-kristen-dan-muslim-di-mesir-membutuhkan-kembalinya-khilafah.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=334&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2011/01/09/kristen-dan-muslim-di-mesir-membutuhkan-kembalinya-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trend Memeluk Islam di Inggris dan Mitos Penindasan Islam</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/12/12/trend-memeluk-islam-di-inggris-dan-mitos-penindasan-islam/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/12/12/trend-memeluk-islam-di-inggris-dan-mitos-penindasan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 00:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Meningkatkanya wanita berpendidikan di Inggris yang memeluk Islam menghancurkan mitos penindasan Islam atas kaum wanita Masuk Islamnya Adik ipar mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair, Lauren Booth, menjadi bahan pembicaraan hangat di Inggris. Brice, dari Swansea University, mengatakan setiap perempuan kulit putih yang masuk Islam punya cerita yang berbeda, tapi memiliki satu tema yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=330&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><em>Meningkatkanya wanita berpendidikan di Inggris yang memeluk Islam menghancurkan mitos penindasan Islam atas kaum wanita</em></p>
<p style="text-align:left;">Masuk Islamnya Adik ipar mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony  Blair, Lauren Booth, menjadi bahan pembicaraan hangat  di Inggris.  Brice, dari Swansea University, mengatakan setiap perempuan  kulit putih  yang masuk Islam punya cerita yang berbeda, tapi memiliki  satu tema  yang sama yaitu persepsi bahwa Islam menawarkan perlindungan  terhadap  perempuan dan memberikan rasa identitas.<span id="more-330"></span></p>
<p style="text-align:left;">Kevin Brice, seorang pakar Swansea University yang meneliti orang   kulit putih yang masuk Islam di Inggris, menemukan wanita kulit putih   terdidik lebih cenderung masuk Islam daripada kelompok-kelompok lain.   Kevin Brice mengatakan ada sekitar 60 banding 40 yang mendukung   perempuan masuk Islam, dan mereka cenderung menampilkan “profil   pendidikan yang lebih baik” daripada populasi rata-rata. Terdapat pula   peningkatan jumlah perempuan muda yang berpendidikan universitas yang   masuk Islam di usia dua puluhan dan tiga puluhan.  “Mereka mencari  spiritualitas, arti kehidupan yang lebih tinggi, dan cenderung menjadi  pemikir yang mendalam,” ujar Brice</p>
<p style="text-align:left;">Pada sensus tahun 2001, ada 30.000 orang  Inggris yang masuk Islam.  Menurut Brice, angka ini sekarang mendekati  50.000, dimana mayoritasnya  adalah kaum wanita. Jumlah wanita yang masuk  Islam melebihi jumlah  laki-laki yang masuk Islam pada kebanyakan  negara-negara Barat. Di  Amerika, wanita merupakan 75% dari jumlah semua  orang yang pindah agama  tersebut (menurut Dewan Hubungan Amerika-Islam  atau Council on  American-Islamic Relations).</p>
<p style="text-align:left;">Brice menambahkan  tema  umum dalam pindah agamanya para wanita di  Inggris adalah bahwa Islam  menawarkan perlindungan kepada perempuan dan  rasa identitas. Uniknya,  wanita yang pindah agama itu lebih mungkin  untuk memakai pakaian muslimah  daripada  mereka yang terlahir muslim.  “Melalui pemakaian pakaian yang sederhana,  dengan semua cara untuk  berjilbab, hal ini tidak lagi tentang bagaimana  Anda terlihat… Sudah  mulai terbebas dari ide bahwa Anda ditentukan  oleh ukuran baju Anda,”  tambah Brice</p>
<p style="text-align:left;"><strong>MeruntuhkanMitos </strong></p>
<p style="text-align:left;">Dr Nazreen Nawaz, Perwakilan Muslimah Hizbut Tahrir Inggris  menyatakan ,  “Selama berabad-abad subjek wanita dan Islam telah  diliputi  penyesatan informasi, kesalahpahaman, dan salah pengertian. Di  banyak negara Barat, ide  Islam menindas perempuan seakan-akan telah  menjadi fakta yang tak terbantahkan. Namun tren yang terus tumbuh masuk  Islamnya para wanita berpendidikan di Barat  telah meruntuhkan  mitos  itu tentang tentang perlakuan semena-mena Islam atas kaum wanita. Hal   ini meruntuhkan cerita-cerita yang populer di Barat yang menempatkan   Islam sebagai antitesis hak-hak wanita wanita modern, dan terpelajar. ”</p>
<p style="text-align:left;">Nazreen menambahkan bagi orang-orang yang bisa keluar dari mitos  akibat  tuduhan-tuduhan negatif terhadap Islam ( yang gencar dilakukan   para politisi, wartawan, akademisi)  dan orang-orang yang mempelajari  agama dengan independen, tulus, dengan pikiran tidak memihak, akan  menemukan suatu keyakinan yang menanamkan perasaan tentang tujuan hidup  manusia, yang jauh dari kehidupan hedonistik dan materialistik.</p>
<p style="text-align:left;">Mereka  akan menemukan Islam sebagai ideologi yang mengangkat status  wanita  dalam masyarakat dan yang mewajibkan bahwa mereka selalu  diperlakukan  dengan hormat oleh kaum laki-laki; suatu sistem yang  berdiri sebagai  antitesis dari kapitalisme dan eksploitasi seksual dan  penilaian rendah  atas wanita untuk meningkatkan margin keuntungan.  Suatu cara hidup yang  mendefinisikan martabat wanita sebagai sesuatu  yang suci, yang melarang  menjadikan wanita sebagai obyek dan komoditas  nafsu kaum laki-laki, dan yang memelopori persamaan hak kewarganegaraan  bagi kaum wanita sejak 1400 tahun yang lalu</p>
<p style="text-align:left;">Berbeda dengan istilah ‘penindasan (subjugation)’  yang sering  dikaitkan dengan pakaian jilbab, wanita muslimah yang memakai pakaian  itu justru melihat jilbab sebagai pembebasan. Membebaskan mereka dari  nilai harga diri yang ditentukan berdasarakan ukuran pinggang mereka,  bentuk tubuh mereka, dan menurut pandangan (seksual)  orang lain.</p>
<p style="text-align:left;">Pakaian  muslimah membebaskan mereka dari batasan masyarakat liberal  sekuler  belenggu standar keindahan kaum wanita dan fashion, di mana  menjadi  gemuk atau terlihat tua dipandang sebagai kejahatan. Mitos  kecantikan yangmembuat wanita menjadi tidak realistis dan melumpuhkan  harga diri untuk mengejar ‘standar kecantikan semu’ : wanita sempurna  tanpa cacat secara fisik.</p>
<p style="text-align:left;">Pakain muslimah (jilbab dan kerudung) menurut Nazreen justru  memberdayakan wanita dengan lebih memfokuskan pada hal-hal penting  diluar penampilan fisik. Memusatkan pemberdayaan wanita untuk  meningkatkan intelektualistas  dan keterampilan wanita. Bukan disibukkan  oleh tubuh mereka. “Mitos kecantikan liberal Barat justru mencerminkan  keyakinan bahwa penampilan seorang wanita- bukan kemampuannya- sebagai  paspor menuju sukses. ” tegas Nazreen.</p>
<p style="text-align:left;">Tren peningkatan yang ‘tak terbantahkan’ atas meningkatnya kaum  wanita terdidik yang masuk Islam di Barat tentu saja paling tidak  memberikan manfaat  untuk mengkritisi stereotip negatif yang dominan  sekitar perlakuan Islam terhadap perempuan.  Kebohongan  atas masalah  ini selama berabad-abad perlu segera diatasi, karena  sebagaimana yang  sering terjadi masalahnya adalah kebenaran yang telah  tersembunyi jauh  tertanam di bawah propaganda negatif.</p>
<p style="text-align:left;">Namun yang terpenting adalah mewujudkan sistem nilai alternatif bagi  liberalisme sekuler unttuk  untuk mengatasi perlakuan tidak hormat dan  pelanggaran secara global yang dihadapi kaum perempuan.  “Sistem  alternatif itu adalah adalah Khilafah Islam yang akan menerapkan syariat  Islam, bukan yang lain !” ujar Nazreen. (farid wadjdi, dari berbagai  sumber)</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Surat Terbuka Lauren Booth, Ipar Tonny Blair: Mengapa Saya Memilih Islam?</strong></p>
<p style="text-align:left;">Mungkin  apresiasi saya atas budaya Islam, terutama pada perempuan  Muslim, yang  menarik saya untuk mengapresiasi Islam. Perempuan Islam  yang saya lihat  di Inggris adalah yang menutup seluruh tubuhnya dari  kepala hingga ujung  kaki, kadang berjalan di belakang suami mereka,  dengan anak-anak  berbaju panjang di sekitar mereka.</p>
<p style="text-align:left;">Ini  sungguh kontras dengan kondisi wanita profesional Eropa yang  umumnya  sangat memperhatikan penampilannya. Saya, misalnya, sangat  bangga dengan  rambut pirang saya, dan ya, belahan dada saya. Ini seolah  menjadi  “jualan” utama kami.</p>
<p style="text-align:left;">Saat  bekerja di dunia broadcast televisi, betapa hal itu makin jelas  terasa:  presenter wanita menghabiskan waktu hingga satu jam untuk  merias wajah  dan penampilan mereka, hanya untuk membahas satu topik  “serius” yang  memakan waktu tak lebih dari 15 menit. Apakah ini  sebagian bentuk  liberation? Saya mulai bertanya-tanya seberapa banyak  penghormatan bagi  gadis-gadis dan perempuan dalam masyarakat “bebas”  kita.</p>
<p style="text-align:left;">Pada  tahun 2007 saya pergi ke Libanon. Saya menghabiskan waktu empat  hari  bersama para mahasiswi di sana, sebagian dari mereka mengenakan  cadar.  Mereka tetap tampak menawan, mandiri, dan bebas berpendapat.  Mereka  semua bukan gadis yang pemalu, atau mereka akan segera dipaksa  untuk  menikah, seperti yang sering kita dengar di Barat.</p>
<p style="text-align:left;">Kini  saya menjalin hubungan dengan beberapa masjid di North London,  dan saya  pergi ke sana setidaknya sekali seminggu. Saya tidak  mengkotakkan diri  saya apakah saya seorang Syiah atau Sunni. Bagi saya,  hanya ada satu  Islam dan satu Allah.[]</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2010/12/08/trend-memeluk-islam-di-inggris-dan-mitos-penindasan-islam/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=330&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/12/12/trend-memeluk-islam-di-inggris-dan-mitos-penindasan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Waktu Untuk Menunggu, Mari Wujudkan Mimpi!</title>
		<link>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/10/28/tak-ada-waktu-untuk-menunggu-mari-wujudkan-mimpi/</link>
		<comments>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/10/28/tak-ada-waktu-untuk-menunggu-mari-wujudkan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 01:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cicinyulianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cicinyulianti.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Refleksi Hari Sumpah Pemuda Tak Ada Waktu Untuk Menunggu, Mari Wujudkan Mimpi! (Termakna Sebagai Sumpah Untuk Para Pemuda/i) Sebelum tulisan ini ku buat, beberapa hari lalu aku membaca sebuah artikel yang berjudul ‘Tak ada waktu untuk bermimpi’. Menarik, karena ia terasa janggal, dan terus terang hal ini mengulik keyakinanku. Mengapa ‘tak ada lagi waktu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=311&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Refleksi Hari Sumpah Pemuda</strong></p>
<p><strong><a href="http://cicinyulianti.files.wordpress.com/2010/10/72401_1424913031363_1488889833_30980423_5299268_n.jpg"><a href="http://cicinyulianti.files.wordpress.com/2010/10/friendship21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-315" title="friendship2" src="http://cicinyulianti.files.wordpress.com/2010/10/friendship21.jpg?w=250&#038;h=300" alt="" width="250" height="300" /></a><br />
</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tak Ada Waktu Untuk Menunggu, Mari Wujudkan Mimpi! (Termakna Sebagai Sumpah Untuk Para Pemuda/i)</em></p>
<p>Sebelum tulisan ini ku buat, beberapa hari lalu aku membaca sebuah artikel yang berjudul ‘Tak ada waktu untuk bermimpi’. Menarik, karena ia terasa janggal, dan terus terang hal ini mengulik keyakinanku. Mengapa ‘tak ada lagi waktu untuk bermimpi’?<span id="more-311"></span></p>
<p>Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, hanya mampu tersemat pada mereka yang tak mampu menghargai waktunya kini. Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, hanya ada pada orang-orang yang takut menghadapi masa depan dan takut menjalani prosesnya. Maka, kelak ketika ia menghadapi masa depannya, ia tersadar bahwa dirinya hanya mampu menghadapi kenyataan pahit sebagai manusia yang menerima apa adanya. Yang hanya bisa <em>‘nrimo</em>. Karena kehidupan tak ia pilih untuk di renda dan di warna. Pada saat itulah, ketika masa depan tengah di hadapan, tak ada lagi pilihan baginya untuk bermimpi atau merangkai mimpi. Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, karena kehidupan yang dipilihnya di masa lalu tanpa mimpi. Menghadapkannya pada realita yang tek berarti, kini. Pedih!.</p>
<p style="text-align:center;"><em>“</em><em>saat itu tengah hari, matahari menyengat stiap kulit manusia, </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>peluh b&#8217;jtuhan membekas d kaos oblong yg ia kenakan..</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>rambutnya basah akan kringat, </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>tubuhnya letih menenteng gitar tua, mengingat susu si bungsu yg tlh hbis..</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>suara parau, </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>trz d paksanya keluar mendendangkn lagu yang sarat kesedihan &amp; beban,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>membuat setiap yang mendengarnya merasa miris</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>ia terus bernyanyi,, mencoba mengharap belas kasihan orang..</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>tak ada pilihan lain, pikirnya.. masa muda yg ia sia-siakan, teruz ia berjalan tnp pedulikn sesal,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>agar mlm ini si bungsu tak menangis lg,, tak ada wktu utk b&#8217;mimpi,,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Jangan menangis lagi,nduk..</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>bapak akan pulang.. </em><em>” </em></p>
<p style="text-align:center;">(Tak ada waktu untuk bermimpi, 2010)</p>
<p>Demikianlah. Realitas kini, selalu pedih, selalu duka. Setiap hari. Berbagai bencana (alam dan sosial) memenuhi pertiwi yang katanya makmur ini. Sungguh tak pantas bagi kita, para pemuda hanya berdiam diri atau merasa tak mengerti. Demi Allah, masa depan tak boleh lagi ada pedih. Mari hentikan pedih kita wahai pemuda dan pemudi! Allah ingatkan kita, bahwa</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Kamu adalah <strong>umat yang terbaik</strong> yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah&#8230;”</em> (TQS. Al-Imran[3]: 110)</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan <strong>melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi</strong>, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”</em> (QS. Al-A’raaf [7]: 96)</p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p>Mari bangun mimpi kita saat ini.</p>
<p>Kita, generasi muda Islam harus punya mimpi. Karena kita punya iman. Kesejatian iman akan membesarkan dan mendewasakan kita dalam kehidupan. Kesejatian iman akan menuntun kita pada benderangnya masa depan. Karena dalam kesejatian iman, Allah anugerahkan cinta dan harapan. Harapan yang akan Allah kabulkan hanya pada mereka yang yakin, hanya pada mereka yang siap menghadapi ujian dan tantangan, dengan kematangan berpikir cemerlang yang dimilikinya. Demikianlah, kesejatian iman membawa serta keyakinan dan kesiapan meraih mimpi.</p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: &#8220;Bilakah datangnya pertolongan Allah?&#8221; <strong>Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat</strong>.”</em> (TQS.Al-Baqarah[2]: 214)</p>
<p><em> </em></p>
<p>Dan bagi kita, kesejatian mimpi adalah kehidupan dalam naungan mulia aturan dan hukum-Nya. Khilafah. Dialah masa depan kita. Kesanalah mimpi itu kita renda dan warnai. Kesanalah proses yang kini harus kita jalani. Tak ada lagi waktu untuk menunggu, mari wujudkan mimpi! Inilah sumpah yang patutnya kita benakkan pada diri. Sebagai insan lemah, yang mengindera kejujuran realita kini (yang kian pahit dan menyayat hati).</p>
<p>Mari bergerak, serentak, tanpa letih, tanpa gentar. Hingga Allah nyatakan, bahwa KITA SEMUA SIAP menerima terwujudnya mimpi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk Cita-Cita Mulia,</p>
<p>Untuk akhir yang indah,</p>
<p><em>Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah</em></p>
<p><em>Hasbunallah wa nikmal wakiil&#8230;</em></p>
<p><em>Wallahu’alam&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>[Bogor - Dzulqaidah 1431 H / Oktober 2010, <em>‘azzamku tuk wujudkan mimpi’</em>]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cicinyulianti.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cicinyulianti.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cicinyulianti.wordpress.com&amp;blog=11724032&amp;post=311&amp;subd=cicinyulianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cicinyulianti.wordpress.com/2010/10/28/tak-ada-waktu-untuk-menunggu-mari-wujudkan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e0295cc9e0e5851946eafe827454d76?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cicinyulianti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cicinyulianti.files.wordpress.com/2010/10/friendship21.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">friendship2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
